Minggu, 03 Maret 2019

Unsur-Unsur Komunikasi Bisnis

Setiap aktivitas komunikasi di dalam kegiatan bisnis harus terdapat unsur-unsur tertentu. Adapun unsur-unsur komunikasi bisnis adalah sebagai berikut:
  • Terdapat tujuan, maksudnya adalah komunikasi tersebut memiliki tujuan yang telah ditentukan dan sejalan dengan tujuan organisasi.
  • Ada pertukaran, maksudnya adalah komunikasi melibatkan setidaknya dua orang atau lebih (komunikator dan komunikan).
  • Berisi informasi, gagasan, opini, instruksi, ini adalah isi dari pesan yang terdapat dalam komunikasi dimana bentuknya bisa beragam tergantung situasi, kondisi, dan tujuannya.
  • Memanfaatkan saluran personal atau impersonal, maksudnya adalah komunikasi dapat dilakukan dengan bertatap muka, memanfaatkan media khusus, atau media massa jika ingin menjangkau banyak orang.
  • Memakai simbol atau sinyal, maksudnya adalah metode atau alat yang digunakan untuk berkomunikasi sehingga dapat dimengerti oleh penerima pesan.
  • Pencapaian target atau tujuan organisasi, dimana tujuan tersebut telah ditetapkan sebelumnya oleh manajemen.  

Tujuan Komunikasi Bisnis

Secara garis besar, ada tiga tujuan utama dilakukannya komunikasi di dalam bisnis, yaitu Memberi Informasi (Informing), Persuasi (Persuading), dan Melakukan Kolaborasi (Collaborating) dengan pelanggan. Berikut ini penjelasan selengkapnya;

1. Memberi Informasi (Informing)

Dalam hal ini, informasi yang dimaksud adalah hal-hal yang berkaitan dengan aktivitas bisnis dengan berbagai pihak. Misalnya, seorang manajer marketing ingin meningkatkan penjualan produk baru, maka ia akan mencoba memasang iklan di berbagai media.
Masing-masing media pun memiliki kelebihan dan kekurangan, baik dari sisi biayanya maupun dari sisi impact yang didapatkan. Cara penyampaian informasi di setiap media juga menjadi faktor penentu keberhasilan iklan tersebut.

2. Melakukan Persuasi (Persuading)

Persuasi adalah cara berkomunikasi yang digunakan untuk mempengaruhi dan meyakinkan orang lain. Persuasi sering dilakukan dalam aktivitas pemasaran agar orang lain terpengaruh dan membeli suatu produk, dan juga dalam penegasan konfirmasi pesanan konsumen agar tidak terjadi kesalahan pemesanan.

3. Melakukan Kolaborasi (Collaborating)

Kolaborasi adalah bentuk kerjasama, interaksi, kompromi pihak-pihak yang terlibat secara langsung dan tidak langsung yang menerima akibat dan manfaat. Dengan adanya komunikasi yang baik maka kerjasama bisnis dapat dilakukan dengan lebih mudah.
Komunikasi bisnis dapat dilakukan dengan berbagai media. Misalnya via telepon/ Smartphone, Chatting, Email, dan lain-lain.


Bentuk Komunikasi Bisnis

Komunikasi bisnis umumnya dilakukan dengan dua cara, yaitu secara verbal dan non verbal. Berikut ini penjelasannya;

1. Komunikasi Verbal

Komunikasi verbal adalah bentuk komunikasi yang dilakukan dengan cara lisan maupun tulisan. Bentuk komunikasi ini dibagi menjadi dua, yaitu aktif dan pasif.
  • Berbicara dan menulis (verbal aktif)
  • Mendengarkan dan menulis (verbal pasif)

2. Komunikasi Non Verbal

Dalam dunia bisnis juga terdapat komunikasi non verbal, yaitu komunikasi yang disampaikan tanpa menggunakan kata-kata. Beberapa contoh komunikasi non verbal dalam bisnis diantaranya;
  • Simbol-simbol
  • Sandi
  • Warna
  • Ekspresi wajah
  • Gerakan tubuh

Komunikasi Bisnis Menurut Para Ahli

Agar lebih memahami apa itu komunikasi bisnis, maka kita dapat merujuk pada pendapat beberapa ahli berikut ini;

1. Philip Kolter

Menurut Philip Philip Kolter, pengertian komunikasi bisnis adalah suatu kegiatan manusia yang ditujukan untuk memuaskan kebutuhan dan keinginan melalui peroses pertukaran.

2. William Albig

Menurut William Albig, pengertian komunikasi Bisnis adalah pertukaran informasi, gagasan, pendapat, intruksi yang punya target tertentu yang dihidangkan secara personal maupun impersional melalui lambang atau sinyal.

3. Djoko Purwanto

Menurut Djoko Purwanto, arti komunikasi bisnis adalah komunikasi yang dipakai di dalam dunia bisnis yang termasuk berbagai macam bentuk komunikasi, baik itu verbal maupun non-verbal untuk mencapai suatu tujuan tertentu.

4. Rosenbalt

Menurut Rosenbalt, definisi komunikasi bisnis adalah suatu tindakan pertukaran informasi, ide/ opini, intruksi, dan sebagainya, yang disampaikan secara personal maupun non-personal melalui lambang dan sinyal untuk mencapai target perusahaan.

5. Katz

Menurut Katz, pengertian komunikasi bisnis adalah aktivitas pertukaran ide, pesan, dan konsep yang berhubungan dengan pencapaian sejumlah target komersil.

STUDY KELAYAKAN BISNIS

Pengertian Menurut Para Ahli

Menurut Umar “1999” studi kelayakan bisnis adalah suatu penelitian tentang layak atau tidaknya suatu investasi dilaksanakan. Hasil kelayakan merupakan perkiraan suatu bisnis menghasilkan keuntungan yang layak bila telah dioperasikan. Perkiraan keberhasilan mungkin dapat ditafsirkan berbeda-beda sesuai dengan pihak yang menjalankan tujuan bisnis.

 

“Husnan dkk, 2000”  Studi kelayakan bisnis adalah penelitian tentang dapat tidaknya suatu bisnis dilaksanakan dengan berhasil, analisis kelayakan dilakukan untuk melihat apakah suatu bisnis dapat memberikan manfaat atas investasi yang akan ditanamkan.

 

Pihak Yang Membutuhkan Studi Kelayakan Bisnis

Investor

Investor merupakan pihak yang menanamkan dana atau modal suatu bisnis yang lebih memperhatikan prospek usaha tersebut “tingkat keuntungan”.

Kreditor

Pihak yang membutuhkan studi kelayakan untuk memperhatikan segi keamanan dana yang dipinjamkan untuk kegiatan bisnis.
Pemerintah
Pihak yang lebih berkepentingan dengan manfaat bagi perekonomian nasional dan pendapatan pemerintah atas pajak yang diberikan bisnis tersebut.

Aspek - Aspek Studi Kelayakan Bisnis

Hal-hal yang mendasari untuk menjalankan studi kelayakan bisnis investasi jika seseorang melihat suatu kesempatan usaha yaitu apakah kesempatan usaha tersebut bisa dimanfaatkan secara ekonomis serta apakah kita bisa mendapatkan suatu tingkat keuntungan yang cukup layak dari usaha tersebut
Menurut Husnan “2000” suatu studi kelayakan menyangkut tiga aspek yaitu:
  • Manfaat ekonomi bisnis tersebut bagi bisnis itu sendiri atau manfaat finansial, artinya apakah bisnis tersebut cukup menguntungkan bila dibandingkan dengan risiko bisnis.
  • Manfaat ekonomi bisnis tersebut bagi negara tempat bisnis tersebut dilaksanakan yang menunjukkan manfaat bisnis tersebut bagi ekonomi makro suatu negara.
  • Manfaat sosial bisnis tersebut bagi masyarakat disekitar bisnis.
Proyek investasi umumnya memerlukan dana yang cukup besar dan mempengaruhi perusahaan dalam jangka panjang. Maka dari itu tujuan dari dilakukannya studi kelayakan bisnis adalah untuk menghindari keberlanjutan penanaman modal yang cukup besar untuk kegiatan yang ternyata tidak menguntungkan.

Manfaat Studi Kelayakan Bisnis/Usaha

  • Sebagai pembanding antara rencana dan pelaksanaan
  • Bahan informasi(company profile)
  • Pelengkap pengajuan kredit-kerjasama
  • Pelengkap pengajuan izin usaha

 Aspek hukum dalam studi kelayakan bisnis

Aspek hukum dalam studi kelayakan bisnis menyangkut pada semua hal terkait legalitas rencana bisnis yang hendak dilakukan oleh perusahaan. Ketentuan-ketentuan hukum tersebut meliputi:
a. Izin lokasi
b. Akte pendirian perusahaan dari notaris
c. Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP)
d. Surat tanda daftar perusahaan
e. Surat izin tempat usaha dari Pemerintah Daerah setempat
f. Surat tanda rekanan dari Pemerintah Daerah setempat
g. Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP)

Tahap Dalam Studi Kelayakan Bisnis

1. Penemuan Ide

Tahapan penemuan ide dalam studi kelayakan bisnis harus dimulai dengan menentukan satu atau beberapa ide bisnis yang prospektif. Jika terdapat lebih dari satu ide bisnis, maka ide bisnis yang akhirnya akan dieksekusi harus dipilih dengan mempertimbangkan beberapa hal seperti hal-hal teknis yang harus ditempuh serta potensi laba yang akan diraih.

2. Tahap Penelitian

Setelah ide bisnis dipilih, tahapan selajutnya dalam membuat studi kelayakan bisnis adalah melakukan penelitian yang lebih mendalam sesuai dengan metode ilmiah. Dimulai dari mengumpulkan data dan informasi, mengolah data berdasar teori yang relevan, menganalisis dan menginterpretasikan hasil pengolahan data dengan alat-alat analisis yang sesuai, menyimpulkan hasil, hingga membuat laporan dari hasil penelitian tersebut.

3. Tahap Evaluasi

Tahap evaluasi dalam studi kelayakan bisnis merupakan proses membandingkan sesuatu dengan satu atau beberapa kriteria standar yang bersifat kuantitatif maupun kualitatif, terutama terkait biaya (cost) yang dikeluarkan dengan manfaat (benefit) yang akan diperoleh.

4. Tahap Pengurutan Usulan yang Layak

Jika terdapat lebih dari satu usulan rencana bisnis yang dianggap layak, maka perlu dilakukan pemilihan rencana bisnis yang memiliki skor tertinggi dalam tahap evaluasi yang telah dilakukan sebelumnya.

5. Tahap Rencana Pelaksanaan

Setelah terpilih sebuah rencana bisnis, maka tahap selanjutya dalam studi kelayakan bisnis adalah menyusun rencana kerja terkait proses realisasi dari rencana pembangunan bisnis tersebut

6. Tahap Pelaksanaan

Setelah semua rencana siap, maka langkah selanjutnya adalah merealisasikan semua rencana yang telah disusun. Jika proses pembangunan bisnis dapat berjalan dengan lancar, maka tahap selanjutnya hanyalah tinggal melakukan operasional bisnis secara rutin.

 

Sabtu, 02 Maret 2019

Dari Mana Bisnis Besar Itu Dimulai ..? ini Jawabnnya 👍 semoga bermanfaat dan jangan takut untuk mencoba .


                                       
                                  3 CARA MENINGKATKAN PRODUKTIVITAS 😃👍👍.